Berita

Rakor Dewan Ketahanan Pangan Kab.Wonogiri Th 2013

Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Tingkat Kabupaten dilaksanakan pada hari Senin, 29 April 2013 di  Ruang Data Setda Kab. Wonogiri. Rakor DKP dipimpin oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri selaku Wakil Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten. Sebagai dasar penyelenggaraan Rakor DKP adalah (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (2) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan (3) Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 147 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dewan Ketahanan Pangan (4) Keputusan  Bupati Wonogiri Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pembentukan Dewan Ketahanan Pangan.

Maksud diselenggarakannya Rakor DKP adalah untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan berbagai kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Adapun tujuan dari Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai forum diskusi bersama para stakeholder  Ketahanan Pangan untuk membahas permasalahan pembangunan ketahanan pangan;
  2. Menyamakan visi dan persepsi dalam merumuskan kebijakan pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Wonogiri;
  3. Saling tukar informasi antara instasi terkait yang tergabung dalam Dewan Ketahanan Pangan.

Peserta berasal dari berbagai unsur yakni (1) Para staf ahli Bupati, (2) Para asisten sekda kab. Wonogiri, (3) SKPD anggota dewan ketahanan pangan, (4) Camat se Kab. Wonogiri, (5) Para Kabag Setda Kab. Wonogiri (6) Para Kabid Dinas PTPH, Nakperla dan Hutbun Kab. Wonogiri (7) Koordinator penyuluh kabupaten dan koordinator pertanian kecamatan se kab. Wonogiri (8) Kasubdivre Bulog Wil. III Surakarta (9) Ketua KTNA, HKTI, APO dan PKK Wonogiri

Pembiayaan Rakor DKP dari APBD Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2013. Materi yang disampaikan adalah :

  1. Rencana Aksi Percepatan Pencapaian Sasaran Swasembada Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura yang disampaikan oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas PTPH Kab. Wonogiri (Ir. Sutardi, MMA);
  2. Rencana Aksi Percepatan Pencapaian Sasaran Swasembada Daging yang disampaikan oleh Kepala Dinas Nakperla Kab. Wonogiri (Ir. Rully Pramono Retno, M.Si);
  3. Strategi Kebijakan Pembangunan Ketahanan Pangan disampaikan oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Wonogiri (Ir. Safuan).

Bupati selaku Ketua DKP dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Ketua DKP menyatakan, bahwa sebagai institusi pemerintahan di tingkat kabupaten, harus mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. berperan aktif, mendorong, dan mengawal pencapaian surplus 10 juta ton beras dan jagung secara berkelanjutan, serta mempercepat pencapaian swasembada kedelai, gula, dan daging sapi pada tahun 2014 dengan mengalokasikan sumber daya yang memadai sesuai dengan kemampuan daerah;
  2. memberdayakan gudang cadangan pangan pemerintah kabupaten yang telah dibangun pada tahun 2012, sebagaimana yang diamanatkan UU tentang pangan dan spm bidang ketahanan pangan, dengan melakukan pengisian gudang guna mendukung stok cadangan pangan daerah;
  1. perlu disusun kebijakan dan regulasi yang terintegrasi dan sinergis, serta tidak saling tumpang tindih dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah;

Beberapa program/kegiatan yang telah dilaksanakan guna mensukseskan program kementerian pertanian  pada tahun 2013 diantaranya :

  • peningkatan produksi pangan melalui intensifikasi dan pengembangan teknologi pertanian.
  • peningkatan produksi daging melalui kegiatan pelaksanaan inseminasi buatan (IB) dan pengembangan sapi bibit betina.
  • percepatan penganekaragaman konsumsi pangan
  • pengembangan lumbung pangan masyarakat dan penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat
  • pengembangan desa mandiri pangan.

Hasil Rakor DKP :

  1. Mengingat potensi ternak di Wonogiri, Wonogiri siap mendukung dan mensukseskan program swasembada daging. Carrying capacity/daya tampung ternak di Kab.Wonogiri sebesar : 245.648 ST, Potensi  Ternak  pada Tahun 2012 adalah Sapi potong 115.240 ST, Kambing 81.730 ST. Domba , 31.610 ST Tersedia pakan ternak belum termanfaatkan sebesar 31.610 ST (setara dengan  42.500 ekor sapi, dgn catatan 1 ekor sapi = 0,719 ST);
  2. Untuk mendukung pencapaian surplus 10 juta ton beras, ditempuh 2 strategi : (a) peningkatan produksi melalui penigkatan produktivitas, pengelolaan lahan dan mekanisasi/Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dan pengamanan produksi, (b) penurunan konsumsi beras melalui penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan bisnis serta industri pangan lokal/khas daerah
  3. Dalam upaya peningkatan produksi tahun 2013  untuk mendukung pencapaian produksi 10 juta tahun 2014, telah ditetapkan sasaran luas tanam tahun 2013 seluas 55.375 ha dan pada tahun 2014 seluas 56.023 h

Ditulis oleh : Tiningsih, SP, M.Si
 (Kasi Pelayanan Intensifikasi Pangan)